Khafilah FIS UM Berhasil Meraih Juara Pertama Di MTQ Mahasiswa Nasional XV 2017

IMG-20170804-WA0001

Alhamdulillah, Barakallah..
Terimakasih atas doa dari semua pihak Universitas Negeri Malang kembali menjadi Juara Umum MTQM – N XV 2017

Selamat kepada khafilah FIS UM,
Ahmad Solikhan dari jurusan sosiologi telah meraih Juara Pertama dicabang lomba MFQ MTQM – N XV 2017

Universitas Negeri Malang,
Telah meraih tiga kali berturut-turut Juara Umum MTQ Mahasiswa Nasional XIII 2013 – XIV 2015 – XV 2017.

DUKUNG KAFILAH UM DI MTQ MAHASISWA NASIONAL 2017

3c8b2039-98ef-4d76-96c2-cb7c1696e300

Dalam kamus mental Juara tidak ada kata mempertahankan kemenangan, yang ada hanya meningkatkan kemenangan secara terus menerus ke mutu yang lebih tinggi, peningkatan yang melampaui imajinasi tanpa batas(DJAJENDRA, 2015).

BEM FIS UM mengajak seluruh mahasiswa, dosen, alumni dan seluruh civitas akademik UM untuk bersatu (kompak) dalam mendukung dan mendo’akan Kafilah Universitas Negeri Malang dalam perhelatan akbar MTQMN XV 2017
untuk menjadi Juara umum.

Klik twibbon:
http://twibbon.com/support/mtqmn-twibbon-um-juara

Jangan lupa untuk beri Caption :
Saya(………..) dari Jurusan(……) ikut mendukung dan mendo’akan kafilah Universitas Negeri Malang dalam perhelatan akbar MTQ Mahasiswa Nasional XV 2017 untuk meraih Juara UMUM pada ajang kali ini.

Sebagai generasi pecinta Al-Quran dan semangat membumikan Al-Quran, saya mengajak semua untuk ikut berpartisipasi dan menyemarakkan MTQ Mahasiswa Nasional XV 2017.

#BanggaUMkamiJawara #MTQMN2017 #KafilahUM2017 #KafilahUM

Sumber : Whatsapp BEM FIS UM

Logo Baru BEM FIS : Semangat Baru Dalam Berkarya

KABINET KARYA

BEM FIS UM 2017 mengusung konsep Kabinet Karya. Terdapat dua alasan dalam pemilihan nama kabinet karya, yaitu alasan secara historis dan alasan arti kata. Alasan historis, pemilihan nama kabinet karya terinspirasi dari nama kabinet pada masa perdana menteri Ir. Juanda. Dulu pada era demokrasi terpimpin Ir. Soekarno, kabinet jatuh silih berganti karena kepentingan dua kelompok besar yang ada saat itu. Kemudian di akhir masa demokrasi terpimpin dibentuklah kabinet yang dipimpin langsung Ir. Juanda, kabinet ini dibentuk dengan harapan berisikan penuh orang-orang profesional tanpa kepentingan atau keterikatan partai politik, hal ini dikarenakan Perdana Menterinya bukan merupakan orang partai. Dari segi historis ini, harapannya BEM FIS juga dapat berisikan orang-orang profesional yang mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan golongan tertentu. Sementara menurut dari segi kata, arti kata “Karya” menurut KBBI adalah pekerjaan; hasil perbuatan; buatan; ciptaan. Harapannya dengan mengusung kata “Karya”, BEM FIS tahun ini dapat menciptakan hasil pekerjaan-pekerjaan yang baru dan inovatif untuk Fakultas Ilmu Sosial.

LOGO BEM FIS UM

cropped-IMG-20170206-WA0011.jpg

BEM FIS UM resmi meluncurkan logo baru pada tahun 2017, hal ini sebagai bentuk inovasi baru yaitu pembaharuan logo yang sudah sempat dibuat pada tahun 2014. Logo ini dibuat agar nampak lebih modern dan memperlihatkan bahwa BEM FIS akan terus berkembang menyesuaikan dengan zaman. Logo ini tidak menghilangkan unsur-unsur penting yang sudah disepakati yaitu Lebah dan Bintang Merah.

Jika diperhatikan dengan seksama, di dalam logo baru BEM FIS tersebut merupakan gabungan dari tiga hal, yaitu perisai berwarna ungu, dua lebah yang menghadap ke kiri dan ke kanan, serta bintang merah.

  • Perisai atau tameng dikenal sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
  • Ungu ialah warna khas dari Fakultas Ilmu Sosial.
  • Lebah berarti terus belajar (menghisap sari bunga), Gotong-Royong (dalam membuat sarang), dan Berkarya (menghasilkan madu).
  • Lalu dua lebah melambangkan dialektika yang menerut Hegel berarti cara memecahkan masalah melalu dua elemen, yaitu Tesis (pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen) dan Anti Tesis (pernyataan yang bertentangan), yang nantinya dapat menemukan Sintesis (kesimpulan).
  • Bintang, berarti sama dengan penjelasan di atas yaitu keberanian dalam mencapai tujuan Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Indonesia.
  • Tulisan BEM FIS UM menggunakan bentuk font Sans-serif yang memliki kesan modern

Jika digabungkan, logo baru BEM FIS ini memiliki arti “BEM FIS adalah keluarga yang selalu belajar, berkarya, dan dalam memecahkan permasalahan selalu dilakukan secara dialektis dan gotong royong.”

SODA Crew, Terus Bersinar Untuk FIS Tercinta

 

Mahasiswa FIS UM siapasih yang nggak tau SDC or SODA Crew or Social Dance Crew ???

Social Dance Crew atau yang kerap disapa SODA Crew adalah salah satu dari Bidang Kegiatan Terpadu (BKT) Badan Eksekutif Mahiswa (BEM) FIS UM yang mewadahi bakat mahasiswa FIS UM dalam bidang seni tari. Sedikit napak tilas mengenai sejarah SODA Crew, dipelopori oleh salah satu pengurus BEM FIS UM 2013 (Wilma) dan beranggotakan 4 orang, namun tidak bertahan lama, disebabkan adanya anggota yang keluar. Setelah mengalami masa-masa terpuruk tersebut, SODA Crew mencoba bangkit yakni dengan semangat baru dan harapan yan lebih baik. Dimana pada tahun 2015 SODA Crew melakukan Open Recruitmen guna mencari anggota baru. Dalam oprecnya, SODA Crew hanya mengutamakan mahasiswa yang memiliki niat belajar dan komitmen tanpa mengesampingkan skill dance yang dimiliki.

SODA Crew tidak hanya eksis di FIS, namun SODA Crew juga tak kalah dengan Tim dance lain. Eksistensi SODA Crew dapat dibuktikan dengan selalu turut serta dalam setiap event yang ada di Fakultas Ilmu Sosial, bukti lainnya yakni dengan prestasi-prestasi yang telah dicapai salah satunya SODA Crew tampil sebagai juara bertahan dalam AnFak. “Alhamdulillah, kita selalu menjadi juara bertahan di AnFak walaupun hanya juara 3” ujar Heni Vatma Karina, kepada Zefir magz (21/02/2017). Karin menambahkan SODA Crew juga pernah mengisi acara Porseni di Kota Batu. Selain itu SODA Crew kerap diundang oleh fakultas lain yang ada di Universitas Negeri Malang.

Untuk menjalin keakraban antar anggotanya, SODA Crew mengadakan pertemuan rutin setiap minggunya yakni pada hari Senin. Namun jika akan ada event, SODA Crew melakukan latihan setiap sore di depan Gedung I1 FIS UM. SODA Crew sendiri sudah mempunyai dua pelatih tetap yang biasa disapa Mas Wingki dan Bunda Ani. Dua orang tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap kesuksesan pada setiap penampilan SODA Crew. Selain melatih, mereka berdua juga yang menyediakan kostum untuk SODA Crew. Sementara itu SODA Crew sendiri tidak hanya bergerak dalam bidang dance modern, tapi juga tradisonal ataupun kontemporer.

Leader SODA Crew, Inges Remandalika mengungkapkan harapannya untuk Soda Crew agar terus berkarya dan berprestasi di dalam maupun diluar kampus serta menjadi panutan tim dance lainnya. Eksistensi SODA Crew  selama 2 tahun ini merupakan hasil kerja keras para membernya sendiri, yang terus belatih sehingga SODA Crew bisa seeksis sekarang dan dikagumi oleh kaum lelaki. Inges berpesan kepada member SODA Crew  yang baru agar terus komitmen dan mempunyai semangat yang giat agar kedepannya SODA Crew lebih baik dan lebih maju lagi. Hal itupun sejalan dengan logo dari BKT SODA Crew dimana terdapat gambar berlian yang memiliki filosofi sebagai pengharapan untuk karir SODA Crew yang semakin bersinar dengan prestasi untuk membanggakan Fakultas tercinta, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Nina Erza

PO (Persatuan Olahraga) FIS, Pejuang dari Fakultas Ilmu Sosial – 2017

Fakultas Ilmu Sosial adalah Fakultas termuda di Universitas Negeri Malang, yang lahir di tahun 2009. Walau usianya bisa dibilang masih seumur jagung, namun Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mampu bersaing dengan fakultas lainnya. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang diraihnya, baik di bidang akademik maupun non akademik. Salah satu prestasi yang membanggakan yang dimiliki FIS adalah mampu berdiri sejajar dengan fakultas lainnya, terlihat adanya Ormawa FIS dan juga Bidang Kegiatan Terpadu (BKT) yang aktif di berbagai kegiatan ataupun event. Salah satu BKT yang paling muda namun namanya disegani oleh banyak pihak adalah PO FIS.

PO FIS yang merupakan Persatuan Olahraga Fakultas Ilmu Sosial adalah wadah bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang memiliki bakat dan minat di bidang keolahragaan. PO FIS berdiri sekitar satu tahun yang lalu dan menaungi cabang olahraga Sepak bola, Voli, Basket dan Silat. Adapun struktur birokrasinya diambil dari keempat cabang olahraga tersebut.  Ketua PO FIS adalah Moh. Agus Setiawan, Mahasiswa jurusan Sejarah 2014. Bagi sang ketua, PO FIS adalah Organisasi sekaligus Hobi.

Dalam mewujudkan visinya yakni TOPAK (Tangguh, Oenggul, Profesional, Aktif dan Kompak), PO FIS melakukan latihan rutinan untuk meningkatkan kemampuan dari tiap atlit-atlitnya. Latihan rutin itu dilaksanakan tiap minggunya. Untuk jadwalnya pun juga disusun secara rapi oleh pengurus inti agar masing masing cabang olahraga waktunya tidak bertabrakan, untuk Voli dilaksanakan di hari selasa dan minggu (Selasa, 15.30 WIB-selesai dan Minggu, 18.00 WIB-selesai), Sepak Bola jadwal latihan rutinnya di hari Sabtu jam 14.00 WIB-selesai, Basket dilakukan di hari Senin jam 15.30 WIB-selesai.

PO FIS memiliki atlit-atlit yang sangat berbakat di bidangnya terbukti pada ke empat cabang olahraga yang mampu mendapat juara di perlombaan-perlombaan yang bergengsi, seperti contohnya dari cabor Sepak Bola yang mampu membawa piala juara ke 3 Rektor Cup 2016 untuk FIS, hal ini merupakan prestasi yang membanggakan, karena pada saat itu PO FIS baru dibentuk, namun PO FIS mampu bersaing dan mengalahkan musuh-musuhnya dari fakultas lainnya. Tak hanya itu, di tournament yang sama Cabor Basket juga memberikan sumbangan piala juara ke 3 untuk FIS. Di cabang olahraga silat menjadi pelengkap kebahagian bagi FIS karena pada mendapat juara  Pertama di bidang silat, yang diwakili oleh Rizky Ardya Harditama, Mahasiswa Jurusan Geografi 2014.

“PO FIS juga seperti BKT dan juga Ormawa lainnya yang memiliki cerita tersendiri, banyak suka dukanya, namun nikmatnya punya banyak teman sekaligus keluarga dan juga bisa menjalankan hobi serta menambah pengalaman. Pesannya semoga PO FIS semakin baik daripada yang sekarang” tutup Agus.

3 2 1

Arum Wahyuningtyas

LAISOS, berasal  dari Genre  Music apapun, mahasiswa FIS tetap bisa  berkarya – 2017

laisos

 

Home Band LAISOS merupakan Bidang Kegiatan Terpadu (BKT) di bidang musik yang ada di Fakultas Ilmu Sosisal Universitas Negeri Malang. Home Band LAISOS ini sebenarnya telah berganti nama dari nama yang sebelumnya yaitu SUBVERSI. Pertengahan tahun 2015 diiringi dengan bergantinya kepengurusan BKT disepakatilah nama LAISOS menjadi nama baru untuk home band Fakultas Ilmu Sosial. Nama LAISOS berasal dari kata “sosial” dengan menggunakan bahasa walik’an khas Malang akhirnya menjadi LAISOS.

Home band LAISOS mengaungi tepatnya 3 band dengan genre yang berbeda-beda, yaitu Lokaritme dengan genre folk, Ciukcrew yang bergenre dangdut dan Laistones Manifesto dengan genre stoner metal. “Keberagaman genre musik yang dibawahi LAISOS ini tidak lain untuk merangkul mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang hobby bermusik, berasal dari genre apapun mereka tetap dapat berkarya dibawah naungan LAISOS dengan membentuk band sendiri, jadi dimanapun ketiga band tersebut tampil harus tetap membawa nama LAISOS dan FIS ” ujar Dimas Galuh Mahardika selaku ketua BKT LAISOS FIS UM 2015 kepada Zefirmagz (23/02/2017).

Kegiatan rapat rutinan LAISOS diagendakan pada hari kamis jam 12 siang waktu istirahat. Sedangkan agenda latihan sudah di management oleh masing-masing band yang berada dibawah naungan LAISOS. Management pada masing-masing band ini dimaksudkan agar mempermudah band-band tersebut apabila ada undangan dari luar, sehingga band apa yang akan mengisi undangan tersebut dapat disesuaikan dengan tema acaranya.

Program kerja yang menjadi agenda dari LAISOS pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin, yaitu (1) diskusi music, (2) akusial, (3) studio jamming dan (4) artistic. Pada setiap proker LAISOS juga tersirat sebuah tujuan bahwa diharapkan orang-orang di luar FIS itu bukan hanya melihat FIS dari sisi akademiknya namun juga punya potensi di bidang non akademik terutama di bidang musik. Oleh karena itu di LAISOS juga diajarkan bagaimana menempatkan diri yang benar sebagai pemusik, tentang bagaimana menjaga attitude, menjaga profesionalitas dan berperilaku di depan dan di belakang panggung itu seperti apa, karna band-band yang berada di bawah naungan LAISOS tersebut bukan hanya membawa nama LAISOS akan tetapi juga nama Fakultas Ilmu Sosial.

“Saran dan harapan untuk LAISOS jangan pernah lelah untuk belajar, jangan pernah lelah untuk mencoba, karna ketika kita lelah untuk mencoba kita tidak akan pernah tau apa kekurangan dan kesalahan kita dan ketika kita tidak tau akan kekurangan dan kesalahan kita maka kita tidak akan pernah bisa untuk memperbaikinya” tutupnya.

 

Dewi Maskulin

Operet Nusantara  “Tak hanya Bermain di Depan Layar, namun juga di Balik layar!” – 2017

 

16908163_2232366003654220_3683879812981587968_n(1)

Operet Nusantara adalah Bidang Kegiatan Terpadu dari Divisi Kesenian dan Kebudayaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Layaknya seperti tearter, namun operet nusantara lebih menekankan untuk menghibur para penikmatnya yakni dengan menyisipkan humor dalam setiap ceritanya. Di mana setiap cerita atau kisah yang dipentaskan juga mengandung arti yakni amanat berupa nilai-nilai moral dalam kehidupan dan menampilkan kejenakaan yang mampu memberikan makna, kritik, serta pembelajaraan di kehidpun yang nyata. Operet Nusantara juga tak hanya mengajarkan bagaimana berakting di depan layar, tetapi juga menawarkan bagaimana bermain di balik layar. Serta mengajarkan kita untuk menjadi sosok yang Multi Talent dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada di dalam diri mahasiswa.

Operet Nusantara yang dirikan oleh Bayu Priswantoro sejak tahun 2014, memiliki kisah yang amat pahit diawal berdirinyaa, dimana Operet Nusantara ini diikuti oleh 10 orang yang terus berkurang hingga pada akhirnya  hanya tersisa 5 orang. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat Operet Nusantara yang  tetap tegar dan berusaha mandiri. Ratna Widi Astuti (angkatan pertama) mengatakan “kami pada awalnya hanya memiliki basic tearter yang sangat berbeda dengan operet, jadi yang awalnya niatnya ingin belajar dan malah jadi pendirinya”. Ratna menambahkan bahwa selama bergabung di Operet Nusantara dirinya mengaku banyak mendapat pelajaran yang berharga, terutama menemukan sebuah keluarga baru. “sangat banyak peristiwa berkesan salah satunya menemukan keluarga baru dan berproses bersama”, ujarnya kepada zefirmagz (23/02/2017)

Lifia Setya (Ketua Operet Nusantara) mengatakan bahwa Operet Nusantara itu layaknya keluarga yang menyenangkan, menggembirakan dan memberikan kehangatan. Sebagai ketua Operet Nusantara Lifia ingin menjadikan Operet Nusantara lebih maju lagi kedepannya, lebih berdikari lagi. Untuk diketahui Operet Nusantara memiliki latihan rutin seminggu sekali yakni setiap hari kamis, untuk prapentas H-2 minggu akan diadakan latihan setiap harinya. Sementara mengenai properti tampil, makeup, ide cerita semunya dilakukan oleh tim Operet Nusantara sendiri, tanpa bantuan dari pihak manapun.

Selama kurang lebih berdiri 2 tahun Operet Nusantara sudah memiliki banyak penggemar. Disetiap event di Fakultas Ilmu Sosial, Operet Nusantara pasti berperan di dalamnya. Tidak hanya di FIS bahwa beberapa event di wilayah Universitas, Operet Nusantara juga ikut berperan seperti dalam acara dies natalis UKM GERMAN 2016. Selain itu Operet Nusantara juga telah memberikan hal positif bagi para anggotanya sendiri. “Operet telah menghilangkan kegalauan dalam hidup saya, dapat kepercayaan diri yang luar biasa. Sehingga lebih Pecaya Diri,” lanjut Lifia. Selain itu Yashinta Dyah (Anggota Operet Nusantara) mengaku telah tertarik kepada operet nusantara diawal PKPT 2016 (sekarang PKKMB), serta langsung mendaftarkan diri untuk bergabung bersama Operet Nusantara, “Orangnya lucu-lucu, menarik dan sepertinya seru bisa membuat orang lain tertawa dan tetap berkominten pada Operet Nusantara” tutupnya.

Sebagai informasi Operet Nusantara telah mengadakan diklat anggota baru pada tanggal 25-26 Februari 2017. Dengan mengusung tema “Meningkatkan Sikap Aspirasi dan Kreativitas Anggota Operet Nusantara Fakultas Ilmu Sosial Melalui Seni Pementasan Drama”. Dengan tujuan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi anggota Operet Nusantara dan dengan tujuan lainnya yakni menguatkan kominten para anggota. Sehingga kedepannya operet Nusantara dapat lebih mandiri, maju, dan berkembang

 

Ainun Jariyah

BKT SPSS (Serikat Penalaran Sastra dan Sosial) – 2017

bkt spss

Apa SPSS itu? SPSS merupakan kepanjangan dari Serikat Penalaran Sastra dan Sosial, yang didirikan pada tanggal 31 september 2014. SPSS adalah bidang kegiatan terpadu yang bergerak dibidang kepenulisan dan bertujuan untuk mewadahi bakat minat kepenulisan khususnya untuk mahasiswa fakultas ilmu sosial (FIS), meliputi aspek sastra, ilmiah dan jurnalistik. Pada mulanya SPSS didirikan sebagai rancangan program kerja bidang penalaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Iilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) 2014 dalam mewujudkan fokus-fokus karya seperti PKM, Essai, dan karya tulis lainnya.

Keanggotaannya terdiri dari Pengurus Harian (PH) dan Divisi Peminatan (sastra, ilmiah, dan jurnalis). Tiap-tiap divisi mempunyai tugas masing-masing untuk koordinasi dengan PH, serta membuat kurikulum kelas untuk satu periode kedepannya. Bentuk kegiatan SPSS yang telah dilaksanakan selama ini yaitu diklat di awal kepengurusan, pendidikan dasar kepenulisan, penyelenggaraan kelas menulis, menyelenggarakan mentoring PKM dan mengikuti lomba Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Baru (PORSENIMABA) bidang sastra.

Pradika Cahya Triputra (Ketua SPSS) mengatakan “di SPSS kita tidak hanya belajar menulis saja, namun juga terdapat reading gruop dan juga apresiasi karya mahasiswa. Dimana karya yang telah kita hasilkan ditampilkan pada acara momentum tertentu,” Kelas menulis yang ditawarkan kepada mahasiswa ada empat, yaitu jurnalistik, opini dan essai, puisi dan musikalisasi, cerpen dan novel, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).
“Dengan adanya SPSS ini, mahasiswa dapat menyalurkan bakat minat dalam kepenulisan dengan mengikuti kelas menulis yang sudah ditawarkan dan mengikuti kegiatan yang telah dibentuk oleh SPSS. Sehingga, mahasiswa dapat mengembangkan bakat minat kepenulisan yang telah dimiliki” tutupnya.

Tri Ajeng

INTER CAMPUS FUTSAL CUP 2017

17493553_647231135465063_7382860967199113216_n(1)

ICFC atau “Inter Campus Futsal Cup” adalah sebuah event futsal yang rutin di adakan oleh BEM FIS UM , event futsal ICFC ini mencakup seluruh mahasiswa di jawa timur . Dengan adanya ICFC ini adalah salah satu upaya dari BEM FIS UM untuk menjaga dan menjalin silaturahmi antar mahasiswa serta tentunya untuk menunjukkan kemampuan bermain futsal para pseserta . Dalam ICFC kali ini ada suntikan semangat bagi para  pemain karena di tambahkan kategori untuk pencetak gol terbanyak atau top score, hal ini merupakan upaya yang cukup bagus dari panitia . Buktinya kuota tim sudah terpenuhi sejak jau-jauh hari, dalam pelaksanaannya panitia sudah bertugas dengan sangat baik demi kelancaran event ini . Semua lini sudah bekerja sangat baik walaupun tetap ada kendala” kecil dan itu sudah biasa . Diharapkan bahwa seluruh panitia mari kita selalu berkontribusi dalam kegiatan BEM FIS UM .

 

-Ketua Pelaksana ICFC 2017

BERKARYA