LAISOS, berasal  dari Genre  Music apapun, mahasiswa FIS tetap bisa  berkarya – 2017

laisos

 

Home Band LAISOS merupakan Bidang Kegiatan Terpadu (BKT) di bidang musik yang ada di Fakultas Ilmu Sosisal Universitas Negeri Malang. Home Band LAISOS ini sebenarnya telah berganti nama dari nama yang sebelumnya yaitu SUBVERSI. Pertengahan tahun 2015 diiringi dengan bergantinya kepengurusan BKT disepakatilah nama LAISOS menjadi nama baru untuk home band Fakultas Ilmu Sosial. Nama LAISOS berasal dari kata “sosial” dengan menggunakan bahasa walik’an khas Malang akhirnya menjadi LAISOS.

Home band LAISOS mengaungi tepatnya 3 band dengan genre yang berbeda-beda, yaitu Lokaritme dengan genre folk, Ciukcrew yang bergenre dangdut dan Laistones Manifesto dengan genre stoner metal. “Keberagaman genre musik yang dibawahi LAISOS ini tidak lain untuk merangkul mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang hobby bermusik, berasal dari genre apapun mereka tetap dapat berkarya dibawah naungan LAISOS dengan membentuk band sendiri, jadi dimanapun ketiga band tersebut tampil harus tetap membawa nama LAISOS dan FIS ” ujar Dimas Galuh Mahardika selaku ketua BKT LAISOS FIS UM 2015 kepada Zefirmagz (23/02/2017).

Kegiatan rapat rutinan LAISOS diagendakan pada hari kamis jam 12 siang waktu istirahat. Sedangkan agenda latihan sudah di management oleh masing-masing band yang berada dibawah naungan LAISOS. Management pada masing-masing band ini dimaksudkan agar mempermudah band-band tersebut apabila ada undangan dari luar, sehingga band apa yang akan mengisi undangan tersebut dapat disesuaikan dengan tema acaranya.

Program kerja yang menjadi agenda dari LAISOS pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin, yaitu (1) diskusi music, (2) akusial, (3) studio jamming dan (4) artistic. Pada setiap proker LAISOS juga tersirat sebuah tujuan bahwa diharapkan orang-orang di luar FIS itu bukan hanya melihat FIS dari sisi akademiknya namun juga punya potensi di bidang non akademik terutama di bidang musik. Oleh karena itu di LAISOS juga diajarkan bagaimana menempatkan diri yang benar sebagai pemusik, tentang bagaimana menjaga attitude, menjaga profesionalitas dan berperilaku di depan dan di belakang panggung itu seperti apa, karna band-band yang berada di bawah naungan LAISOS tersebut bukan hanya membawa nama LAISOS akan tetapi juga nama Fakultas Ilmu Sosial.

“Saran dan harapan untuk LAISOS jangan pernah lelah untuk belajar, jangan pernah lelah untuk mencoba, karna ketika kita lelah untuk mencoba kita tidak akan pernah tau apa kekurangan dan kesalahan kita dan ketika kita tidak tau akan kekurangan dan kesalahan kita maka kita tidak akan pernah bisa untuk memperbaikinya” tutupnya.

 

Dewi Maskulin